Tekno

Yandex Tawarkan Teknologi AI untuk Operator Telekomunikasi Indonesia

Jakarta (KABARIN) - ‎Yandex, perusahaan teknologi global yang dikenal dengan layanan berbasis machine learning (pembelajaran mesin), memperkenalkan inisiatif khusus untuk industri telekomunikasi Indonesia guna mempercepat pengembangan dan peluncuran produk berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam skala nasional.

‎"Perusahaan operator telekomunikasi berada pada posisi yang ideal untuk mendorong adopsi AI ke masyarakat yang lebih luas. Terutama karena mereka memiliki basis pengguna yang besar, merek tepercaya, serta distribusi infrastruktur yang matang sebagai fondasi penting dalam meluncurkan produk AI untuk skala nasional," ujar CEO Yandex Search International Alexander Popovskiy.

‎Inisiatif bertajuk "AI untuk Operator Telekomunikasi" itu menawarkan tiga skema kerja sama. Operator dapat mengintegrasikan layanannya ke dalam produk AI Yandex yang telah tersedia, mengadopsi teknologi Yandex ke dalam ekosistem milik mereka sendiri, atau meluncurkan produk AI tersendiri menggunakan teknologi Yandex dengan identitas merek operator bersangkutan.



‎Melalui solusi itu, operator telekomunikasi dapat mempercepat pengembangan layanan berbasis AI seperti layanan dukungan pelanggan otomatis, asisten virtual untuk panggilan, hingga layanan mandiri yang memungkinkan pelanggan melakukan pengecekan saldo dan pengelolaan akun secara mandiri melalui interaksi yang lebih alami dan intuitif.

‎Yandex menyebut langkah ini relevan dengan kondisi pasar Indonesia saat ini. Survei AI terkini dari Kumparan menunjukkan bahwa 97 persen responden mengakui AI telah berperan dalam kehidupan sehari-hari mereka, dengan penggunaan tertinggi untuk pencarian informasi (80 persen), komunikasi dan terjemahan (70 persen), serta membantu pekerjaan atau tugas (68 persen).

‎Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia telah mencapai 92 persen dan menegaskan AI sebagai salah satu pilar produktivitas nasional.

‎Dengan tingginya tingkat adopsi tersebut, Yandex menilai perusahaan telekomunikasi yang memiliki interaksi tinggi dengan konsumen serta pengetahuan mendalam tentang pasar lokal mampu menghadirkan produk AI yang lebih personal dibandingkan layanan AI global yang cenderung bersifat umum atau dirancang untuk semua kalangan tanpa membedakan kebutuhan spesifik pengguna.

‎Alexander menambahkan bahwa operator telekomunikasi sebenarnya sudah memiliki semua modal dasar yang dibutuhkan. "Mereka sudah memiliki jutaan pelanggan serta infrastruktur yang dibutuhkan untuk menjangkau masyarakat secara luas. Mereka hanya perlu perangkat yang tepat serta keahlian yang kami miliki setelah bertahun-tahun dalam membangun kapasitas teknologi berbasis AI," katanya.

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: